Sejarah Depok
Ada dua versi mengenai asal mulai nama kota Depok yang pertama, dimulai dari Cornelis Chastelijn, seorang tuan tanah Belanda yang memiliki sertifikat hak milik dari Gambir (Veltevreden) , jatinegara (Maesteer Cornelis) sampai Bogor (Buitenzorg) .
Pada akhir abad ke-17 ia membeli tanah di Kawasan Seringsing (Serengseng) . Untuk mengerjakan tanah tersebut ia mendatangkan budak dari Bali, Klaimantan, Sulawesi dan Betawi. Sebagai tuan tanah partikelir Ia mengelola tanah dan memerintah sesuai kebijakannya sendiri. Rumah Sakit Harapan Depok yang terletak dijalan Pemuda, dahulu adalah gedung pemerintahannya.
Tahun 1715 Ia menghibahkan tanahnya seluas 1.223 hektar kepada para Mardijker (budak), dengan syarat mengconvert kepercayaan aseli "para pribumi" mengikuti kepercayaannya yakni Kristen Protestan.
Ada sekitar 250 orang yang berhasil di convert oleh Chastelijn.
Mereka kemudian mendirikan persatuan orang kristen yang dalam bahasa Holland DEZE EINHEID PREDIKT ONS KRISTUS (terjemahannya dengan persatuan membawa kami ke Kristus).
Nah singkatan dari persatuan itulah yang merupakan cikal bakal nama Depok. Keturunan para budak ini dapat kita jumpai di Depok lama yang dijuluki Belanda Depok.
Versi kedua berdasarkan buku "Meluruskan Sejarah Depok" , nama Depok telah lama ada sebelum Chastelijn membeli tanah tersebut. Hal itu berdasarkan keterangan cerita MW Bakas, salah seorang keturunan asli Depok. Ia mengatakan pada saat perang antara Pajajaran dengan Banten-Cirebon (Islam) tentara Pajajaran membangun padepokan untuk melatih para prajuritnya mempertahankan kerajaan. Padepokan ini dibangun dekat sungai Ciliwung dan terletak antara pusat Kerajaan Pajajaran (Bogor) dan Sunda Kelapa (Jakarta). Dalam perkembangannya karena penyebutan lidah melayu, padepokan ini disebut Depok.
Pada akhir abad ke-17 ia membeli tanah di Kawasan Seringsing (Serengseng) . Untuk mengerjakan tanah tersebut ia mendatangkan budak dari Bali, Klaimantan, Sulawesi dan Betawi. Sebagai tuan tanah partikelir Ia mengelola tanah dan memerintah sesuai kebijakannya sendiri. Rumah Sakit Harapan Depok yang terletak dijalan Pemuda, dahulu adalah gedung pemerintahannya.
Tahun 1715 Ia menghibahkan tanahnya seluas 1.223 hektar kepada para Mardijker (budak), dengan syarat mengconvert kepercayaan aseli "para pribumi" mengikuti kepercayaannya yakni Kristen Protestan.
Ada sekitar 250 orang yang berhasil di convert oleh Chastelijn.
Mereka kemudian mendirikan persatuan orang kristen yang dalam bahasa Holland DEZE EINHEID PREDIKT ONS KRISTUS (terjemahannya dengan persatuan membawa kami ke Kristus).
Nah singkatan dari persatuan itulah yang merupakan cikal bakal nama Depok. Keturunan para budak ini dapat kita jumpai di Depok lama yang dijuluki Belanda Depok.
Versi kedua berdasarkan buku "Meluruskan Sejarah Depok" , nama Depok telah lama ada sebelum Chastelijn membeli tanah tersebut. Hal itu berdasarkan keterangan cerita MW Bakas, salah seorang keturunan asli Depok. Ia mengatakan pada saat perang antara Pajajaran dengan Banten-Cirebon (Islam) tentara Pajajaran membangun padepokan untuk melatih para prajuritnya mempertahankan kerajaan. Padepokan ini dibangun dekat sungai Ciliwung dan terletak antara pusat Kerajaan Pajajaran (Bogor) dan Sunda Kelapa (Jakarta). Dalam perkembangannya karena penyebutan lidah melayu, padepokan ini disebut Depok.
3 comments :
Contact
Labels
Popular Posts
-
Assalaamu 'alaikum wr wb Salam sejahtera buat sekalian. Lama ga buka lagi blog ini, setelah semalam Tele conference meeting pake...
-
halo pa kabar semuanyaaa.... yang abis dari ancol kulit pada item smua gak ? hehehe, kayaknya mas gusep yang paling parah nih, kmaren mukany...
-
Aku sempat mendengar tentang masalah ketulusan dan formalitas. Di jaman modern n globalisasi ini terkadang banyak yg merasa "gerah...
Post a Comment